Berniat Melerai, Seorang Pemuda Tewas Ditikam
© okezone.com

Kasus pembunuhan yang menewaskan Resa warga Gapura Merah, Minggu (22/05) sekira pukul 01.00 Wita, berhasil diungkap Polres Balikpapan. Diketahui, Resa atau yang biasa dipanggil Aco meregang nyawa di rumah sakit. Pencarian pelaku dilakukan, menuntun polisi pada tiga anak muda. Satu di antaranya masih berusia di bawah 17 tahun.

Ialah Vijai (18), Andi Irsan (21), serta RZ (15). Aco menjadi korban salah sasaran, setelah sebelumnya salah satu teman tersangka menjadi korban tabrak lari di kawasan Prapatan. Emosi ketiga pelaku tersulut setelah mengetahui temannya ditabrak.

“Jadi, awalnya mereka mencari pelaku penabrak salah seorang teman mereka. Kemudian melihat seorang pengendara yang mirip dengan pelaku, lalu mengejarnya sampai di lokasi kejadian,” tandas Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta.

Dilanjutkan lagi, setelah berhasil mengejar dan menghentikan korban, mereka menanyakan permasalahan tabrak lari tersebut. Di saat itu pula, Aco datang dengan maksud melerai keributan mulut yang terjadi di kawasan Gapura Merah, Gunung Sari, dini hari itu.

“Nah, korban ini datang seperti hendak melerai dan menolong pria yang dituduh para tersangka melakukan tabrak lari. Saat itu juga salah seorang tersangka memukul wajah korban,” lanjut Jeffri.

Melihat peristiwa itu, keempat pelaku mengeroyok korban. Vijay melihat jelas peristiwa yang terjadi. Mulai dari pemukulan, penimpasan, hingga penikaman yang dilakukan oleh RZ dan salah satu pelaku yang kini berstatus buron berinisial H.

“Irsan yang memiting, lalu ditikam sama RZ. Kemudian saat ia berontak melawan, ditimpas di bagian belakang punggungnya. Setelah itu langsung kami tinggal lari,” ungkap Vijay, yang mengakui dan menyesali semua perbuatannya.

Setelah meninggalkan korban, mereka mengaku tidak tahu bila kondisinya akan berakhir. Mereka hanya sempat mengambil badik yang digunakan untuk menikam korban yang berlumuran darah.

Dalam keadaan gugup, badik itu terjatuh di kawasan Gunung Malang. Namun lantaran ada perasaan takut dan bersalah, mereka tidak lagi memperdulikan dan pulang ke rumah masing-masing.

“Saya lihat badiknya RZ sempat jatuh, tapi tetap jalan aja. Malam itu kami langsung pulang ke rumah masing-masing, karena takut teman-teman korban atau warga memergoki dan menghakimi kami,” bebernya.

Namun tidak lama bersembunyi, para pelaku yang sudah diketahui identitasnya oleh polisi, berhasil ditemukan dan diamankan tanpa adanya perlawanan.

Lantaran berbeda usia dengan dua pelaku lainnya, RZ yang turut serta diamankan polisi pada Minggu (22/05) siang itu, kini ditangani oleh Unit PPA Polres Balikpapan. Hal ini seperti yang dikatakan Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu D Suharto.

“Lantaran tergolong di bawah umur, makanya penyidikan dilakukan oleh unit PPA. Yang jelas masih dalam satu kasus dengan dua lainnya. Hanya saja penanganan tindak lanjutnya yang tidak sama,” beber Suharto seperti yang dilansir dari prokal.co (24/05).

Pun begitu, dengan proses pengejaran satu tersangka lain, pihaknya mengatakan akan menangani kasus ini dengan serius. Identitas yang sudah diketahui, disebar ke pihak terkait untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

“Sudah kami ketahui, saat ini tim Jatanras Polres tengah melakukan upaya perburuan terhadap pelaku yang masih bersembunyi. Kami berharap kasus ini bisa terungkap dengan secepatnya,” pungkas Suharto.  (pro/ren)

 

LEAVE A REPLY