ilustrasi update harga saham © www.aktual.com

Peladakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta kemaren sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun. Penurunan IHSG sebesar 0,53 persen ke level 4.513 pada sesi penutupan Kamis (14/01) kemarin. Namun, Kepala Riset First Asia Capital, David Suty memprediksikan IHSG akan mengalami kenaikan pada hari ini.

David memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4.490 hingga 4.570 atau berpeluang menguat pada hari ini. sejumlah analis memprediksi perdagangan saham di chart Bursa Efek Indonesia akan mengalami penguatan terbatas. Selain dikarenakan kondusifnya situasi Jakarta dan katalis di dalam negeri, penguatan terbatas pada IHSG juga bakal ditopang oleh rendahnya risiko pasar global.

Langkah BI (Bank Indonesia) yang melonggarkan likuiditas akan menopang sentimen positif atas saham-saham sektoral yang sensitif interest-rate seperti perbankan, otomotif, dan properti. Sedangkan kenaikan harga minyak mentah menjadi momentum positif rebound saham berbasiskan komoditas. Hal ini menjadikan langkah positig untuk peningkatan IHSG.

Menurut Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada, IHSG pada hari ini diprediksi meningkat. Meskipun demikian, pengusaha juga perlu waspada dikarenakan hari ini merupakan hari terakhir pada perdagangan pada pekan ini.
Reza berkata,” Laju IHSG diharapkan dapat kembali menguat setelah panik berlebihan atas tragedi bom dan penurunan BI Rate yang dinantikan sebelumnya akhirnya direalisasikan. Namun demikian, perlu juga diwaspadai jika IHSG juga berpotensi akan melanjutkan pelemahan nya namun terbatas, mengingat belum adanya sentimen yang kuat guna menopang kelajuan IHSG ditambah hari ini merupakan perdagangan terahir pekan ini.”

Berikut adalah saham seperti yang dilansir First Asia Capital:
ASII 5.800-6.200 Buy, SL 5.500

BBNI 4.950-5.200 Buy, SL 4.850

BDMN 3.100-3.400 Buy, SL 2.950

BBTN 1.370-1.450 TB, SL 1.330

PGAS 2.560-2.725 TB, SL 2.500

LSIP 1.250-1.320 TB, SL 1.190

KLBF 1.420-1520 SoS, SL 1.300
(fac/arm)

LEAVE A REPLY