Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Hiswana Migas Balikpapan, Afifudin Zainal Abidin mengatakan jika pembangunan kilang minyak di wilayah Balikpapan dapat menjaga ketahanan energi nasional.

Selain itu, pembangunan ini dapat menekan ketergantungan terhadap pihak luar negeri serta mata uang asing. Namun ada beberapa hal yang harus dikorbankan jika pembangunan kilang minyak ini direalisasikan.

Seperti dilansir prokal.co, ada beberapa infrastruktur yang harus dirobohkan karena lahannya akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kilang minyak. Beberapa diantaranya adalah Stadion Presiba dan ratusan rumah dinas milik para pegawai negeri sipil (PNS).

Dengan adanya kilang minyak baru di Balikpapan ini, Pertamina dapat meningkatkan tambahan produksi minyak hingga 360 ribu barel setiap hari. Jumlah ini tentu saja akan mengurangi intensitas impor minyak dari negara tetangga, Singapura.

Biasanya Pertamina melakukan impor minyak sejumlah 500.000 hingga 600.000 barel setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dengan adanya kilang baru, maka Pertamina hanya akan melakukan impor sebanyak 100 ribu barel per hari dari Singapura.

Yang menarik, jika seluruh proses pembangunan kilang minyak di Balikpapan telah selesai akan melampaui kapasitas yang ada di wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Saat ini kapasistas kilang minyak di Cilacap hanya mampu menampung 348 ribu barel per hari. (pro/fif)

LEAVE A REPLY