Komisi III DPRD Kota Balikpapan Hentikan Proyek Agung Podomoro Land
© republika.co.id

Komisi III DPRD Balikpapan berkesimpulan bahwa proyek yang dikerjakan PT Agung Podomoro Land di kawasan RT 05 dan 06, Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Utara, dihentikan sementara. Itu setelah adanya penilaian pelanggaran izin analisis dampak lingkungan (amdal). DPRD Balikpapan akan mengeluarkan surat rekomendasi penghentian proyek itu. Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Andi Arif Agung menegaskan, penghentian proyek APL menyusul protes masyarakat yang tinggal di sekitar proyek.

“Kami segera membuat rekomendasi penghentian sementara kegiatan sampai menyelesaikan poin yang menjadi keluhan masyarakat. Kami tunggu hingga 2×24 jam, jika tidak melaksanakan, kami akan hentikan paksa dengan permanen,” tegas Andi Arif, usai memimpin rapat dengar pendapat dengan manajemen APL, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan, Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Balikpapan, dan warga yang merasa dirugikan, Selasa (24/05).

Dia mengatakan, masyarakat terganggu oleh kebisingan proyek APL yang beraktivitas hingga hampir 24 jam. Padahal, sesuai dengan amdal, aktivitas proyek tak boleh melebihi pukul 22.00 Wita. Selain itu, masalah debu dan kotoran yang menutupi parit, juga menjadi komplain warga sekitar. Rekomendasi penghentian sementara proyek APL akan disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk ditindaklanjuti hingga permasalahan tuntas.

“Kami buat surat rekomendasi ke wali kota, DTKP, dan BLH. Jadi kami minta ke APL segera mengatasi keluhan warga,” tandasnya.

Kepala DTKP Balikpapan, I Ketut Astana mengatakan, pihaknya akan membentuk tim supaya bisa memantau di lapangan.

“Ya, kalau ada pelanggaran pasti ada sanksi administrasi. Kan di kita sudah ada prosedurnya. Ya, kami mengikuti prosedur yang ada,” ujarnya.

Soal kelanjutan pelaksanaan proyek APL, menurut Ketut, tergantung pada kesiapan APL merespons tuntutan warga.

“Tergantung kesiapan teman-teman Pandega (PT Pandega Citra Kelola). Kalau teman-teman Pandega dalam 2×24 jam sudah langsung menyelesaikan, ya mereka bisa langsung melanjutkan. Selesai tidak selesai, tetap akan dibentuk tim untuk mengawasi,” jelasnya.

Sementara itu, Lukman Hendra, salah satu warga RT 06 berharap agar ada penyelesaian masalah setelah adanya pertemuan dengan pihak terkait.

“Kami berharap melalui pertemuan ini bisa menemukan solusi antara APL dengan warga RT 05, RT 06, dan RT lainnya yang juga sama-sama terkena dampak proyek APL,” katanya.

Lukman mengungkapkan, dampak proyek APL di antaranya kebisingan, tidak mengindahkan kebersihan, dan dikerjakan selama 24 jam.

“Jadi hampir semua RT yang datang ke sini semua terganggu dengan suara kebisingan proyek itu, kemudian debu berhamburan ke mana-mana, banjir, dan jalanan kotor sekali dengan ready mix yang berhamburan di jalan,” bebernya seperti yang dilansir dari prokal.co (25/05).

Sementara itu, manajemen APL, Yayuk menanggapi singkat. “No comment ya,” kata Yayuk, kemudian berlalu meninggalkan Gedung DPRD Balikpapan kemarin. (pro/ren)

 

LEAVE A REPLY