Mudahkan Pengecekan, Dishub Akan Beri Barcode Pada Sopir Angkot
© travelerwannabe04.blogspot.com

Di kantor baru Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan yang terletak di Jalan Ruhui Rahayu, terlihat puluhan angkutan kota (angkot) yang silih berganti keluar masuk. Hal ini dilakukan untuk mendukung Sistem Informasi Angkutan Umum (Simau) yang akan diluncurkan Wali Kota Balikpapan pada 2 Juni 2016 mendatang.

Sudirman Djayaleksana, Kepala Dishub Balikpapan mengatakan, Simau sendiri telah dirancang sejak satu tahun lalu, dan bertujuan untuk mengatasi kendala di lapangan.

“Misalnya angkot itu dalam buku KIR-nya bagus. Tapi ternyata, ketika beroperasi ban sudah diganti tidak standar, knalpot tidak standar,” katanya.

Melansir dari prokal.co (27/05), kasus yang terjadi di lapangan adalah setiap kendaraan memiliki empat sopir. Di mana 70% sopir angkot di Balikpapan berasal dari luar kota.

Bahkan, sang sopir tak mengetahui siapa pemilik angkot tersebut. Sehingga, tak menutup kemungkinan jika terjadi kecelakaan sang sopir akan melarikan diri ke luar kota.

“Makanya dengan Simau ini semua angkot sedang dalam proses input data. Di mana satu angkot hanya boleh terdaftar dua sopir. Dan itu wajib KTP Balikpapan,” katanya.

Nantinya, tiap sopir akan diberikan stiker yang dilengkapi dengan barcode dan diberikan indentitas yang terdaftar. Dengan barcode ini akan memudahkan petugas untuk melakukan pengecekan.

“Begitu di-scan barcode pakai smartphone langsung muncul data lengkapnya. Tinggal dilihat ada yang dimodifikasi apa enggak,” tuturnya.

Sistem ini diharapkan akan menghilangkan sopir yang merupakan pendatang baru. Selain itu, akan memudahkan penindakan saat razia. Misalnya sopir yang tak sesuai akan langsung ditilang. Kendaraan akan ditahan sementara dan pemilik akan dipanggil. Jika kesalahan berulang kali, sanksinya sampai pencabutan izin trayek.

“Dengan cara manual, sistem lama memang banyak kendala. Tapi dengan sistem ini, insya Allah, akan lebih mudah. Kami juga share data dengan kepolisian. Diharapkan masyarakat atau penumpang juga lebih aman,” tuturnya. (pro/ren)

 

LEAVE A REPLY