RS Menengah ke Atas Mini, OMNI Hospital Ekspansi ke Balikpapan
© benzano.com

Ekspansi ke luar Jawa akhirnya dilakukan oleh PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME). Untuk diketahui, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, merupakan emiten pengelola OMNI Hospital. Perseroan tersebut akan membuka rumah sakit bernilai US$30 juta.

“Langkah ekspansi tersebut untuk mendongkrak kinerja perusahaan,” kata Wakil Presiden Sarana Meditama Metropolitan, Hassan Themas usai rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan di Jakarta.

Untuk mengerjakan proyek baru tersebut, Hassan Themas mengatakan, perseroan telah membeli tanah untuk rumah sakit yang membidik kelas menengah ke atas tersebut. Dikabarkan, rumah sakit berkapasitas 250 tempat tidur tersebut akan dibangun secara bertahap.

“Jika sesuai rencana, RS Omni di Balikpapan segera dibangun akan beroperasi pada tahun depan,” kata dia seperti yang dilansir dari beritasatu.com (27/05).

Ia mengatakan, ekspansi ke Balikpapan ini menggunakan kas internal sebesar 30% dan pendanaan eksternal sebesar 70%, seperti mengajukan pinjaman perbankan. Ia menambahkan, potensi pasar bisnis rumah sakit di Tanah Air masih sangatlah besar.

Setiap 10.000 penduduk di Tanah Air hanya dilayani satu tempat tidur. Sementara di negara-negara maju, setiap 10.000 penduduk dilayani 50 tempat tidur.

“Ini ceruk pasar yang bisa digarap perseroan,” kata Hassan.

Soal dipilihnya Balikpapan untuk ekspansi karena kota tersebut merupakan salah satu kota terkaya di Indonesia. tak hanya itu, rumah sakit yang membidik kaum menengah ke atas di Balikpapan masih minim.

“Sekarang masih banyak pasien di Kalimantan Timur harus berobat ke Pulau Jawa,” kata Hassan.

Diketahui, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk baru saja meresmikan OMNI Hospital di Pulomas (Jakarta Timur), Alam Sutera (Tangerang), dan Cikarang (Bekasi) pada April 2016 lalu.

Sementara pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen Rp7 per saham atau 15% dari laba bersih 2015. Sepanjang 2015 pendapatan perseroan tercatat Rp515 miliar atau naik 24% dari 2014 sebesar Rp414,4 miliar. Adapun pada tahun ini, OMNI menargetkan pendapatan tumbuh berkisar 25% menjadi Rp650-670 miliar. (ber/ren)

LEAVE A REPLY