Terima 40 Napi Dari Rutan Samarinda, Lapas Balikpapan Tunggu 15 Tahanan Lagi
© liputan6.com

Berdalih sering ribut dengan istri karena masalah keuangan di dalam rumah tangga, seorang residivis kambuhan ini harus kembali menjalani hidup di balik jeruji besi. Tersangka kasus pencurian bernama Dicky Bazar (22) warga Gang Aman, Balikpapan Barat, ditangkap anggota Polsek Balikpapan Barat, Senin (22/05) malam.

Ini setelah pihak polsek menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait kasus pencurian yang terjadi pada malam hari. Ditangkap di rumahnya, Dicky mengaku sudah dua kali melakukan pencurian sejak bebas dari penjara pada Februari lalu.

“Baru dua kali. Yang pertama di Gang Aman, itu saya ambilhandphone tiga. Yang kedua di Asmara Bukit, ambil mesin jahit,” aku Dicky di hadapan petugas.

Rumah-rumah yang menjadi incaran Dicky, biasanya rumah yang ditinggal penghuninya. Pencurian mesin jahit dilakukan pada Jumat (20/05) lalu. Dicky dengan seorang diri berjalan mencari rumah yang kosong dan masuk melalui pintu belakang. Setelah berhasil masuk, Dicky pun mencari barang yang bisa dijual.

“Saya beraksi pukul satu malam. Pintunya itu saya dorong saja, terbuka kuncinya. Saya masuk, lihat mesin ini, saya mau angkat langsung berat. Saya pergi cari pinjaman motor. Pukul lima subuh, saya kembali pakai motor, baru saya ambil mesin ini,” beber pria dua anak ini.

Usai berhasil menggondol mesin jahit milik korban, tersangka pun langsung membawa mesin tersebut ke kawasan Gunung Malang untuk disembunyikan.

“Saya nitip di tempat teman saya. Setelah itu saya bingung. Saya mau kembalikan saja mesin jahit itu ke pemiliknya, tapi saya takut,” kilahnya.

Selain melakukan pencurian mesin jahit, Dicky sebelumnya juga mencuri tiga unithandphone. Namun, barang bukti handphone sudah tidak lagi di tangannya, karena hilang terjatuh dan dijual.

“Yang satu saya jual Rp500 ribu, kalau yang dua hilang saat saya kecelakaan di Ring Road,” katanya.

Melansir dari prokal.co (25/05), saat ini tersangka Dicky masih menjalani sejumlah pemeriksaan oleh penyidik Polsek Balikpapan barat.

“Tersangka kami jerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancamannya di atas lima tahun penjara. Saat ini masih dalam pengembangan dan pemeriksaan intensif anggota kami, karena bisa saja bukan hanya dua kali pelaku melakukan aksinya bisa saja lebih,” pungkas Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta didampingi Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol I Putu Yasa. (pro/ren)

 

LEAVE A REPLY