Tiga Rute Kalstar Dari Balikpapan Dicabut Kemenhub
© utiket.com

Penertiban izin terbang kembali diberlakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sepanjang periode Januari hingga Mei 2016. Selain mencabut enam rute yang dianggap tak aktif, beberapa rute juga dikurangi frekuensi terbangnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamurahardjo. Enam rute yang dicabut itu, kata dia, adalah milik lima maskapai. Pencabutan tersebut karena maskapai tidak melaksanakan pelayanan sesuai ketentuan.

“Rute tersebut tidak diterbangi. Pencabutan rute, artinya meliputi semua frekuensi yang dilayani dalam rute tersebut. Kalau hanya pengurangan frekuensi, berarti tidak termasuk untuk frekuensi yang dilayani sesuai ketentuan,” ujarnya saat mengumumkan keputusan tersebut di Jakarta.

Selain mencabut izin lima rute, Kemenhub juga memutuskan mengurangi sembilan frekuensi penerbangan untuk beberapa rute tertentu.

“Dengan demikian, terdapat enam pencabutan izin rute dan sembilan pengurangan frekuensi,” jelas Hemi seperti yang dilansir dari prokal.co (25/05).

Dia menambahkan, selama periode Januari hingga Mei 2016, telah diterbitkan 15 surat pencabutan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. Yakni terdiri dari enam surat pencabutan izin rute dan sembilan surat pengurangan frekuensi penerbangan kepada sembilan maskapai tersebut.

Adapun enam rute yang dicabut izin terbangnya adalah Manado-Sorong milik PT Travel Express dan rute Balikpapan-Halim Perdana Kusuma milik PT Tri MG Intra Airlines. Selanjutnya, rute Balikpapan-Samarinda dan Balikpapan-Pontianak milik PT Kalstar Aviation, rute Jakarta-Pekanbaru milik PT Sriwijaya Airlines, serta rute Jakarta-Pontianak milik PT Nam Air. (pro/ren)

 

LEAVE A REPLY