Tumpahan Semen Rusak Jalan, Truk Molen Wajib Pasang Penutup
© dapurpacu.com

Tak sedikit tumpahan cor semen yang tumpah ke badan jalan mengganggu kenyamanan berkendara. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan mengumpulkan para pengusaha cor semen.

Kepala Dishub Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, sepuluh perusahaan diundang, Rabu (20/04) lalou. Dalam pertemuan itu, perusahaan diminta setiap talang pengukur semen pada truk molen ditutupi saat melintas di jalan.

“Kami beri deadline buat penutup di kendaraan ready mix selama satu bulan, hingga akhir Mei. Bila dibuat lebih cepat akan lebih baik,” kata Sudirman.

Selain itu, perusahaan harus mau menerima kunjungan dari tim gabungan untuk pengecekan persiapan pemasangan penutup pada truk. Tim gabungan terdiri dari Dinas Perhubungan, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Dinas Pekerjaan Umum, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah Selatan DPU Kaltim, serta Polres Balikpapan.

Dikatakan Sudirman, perusahaan juga bertanggung jawab untuk membersihkan jalan yang terkena ceceran semen. Baik yang baru maupun yang telah mengeras.

“Mereka patungan untuk biaya kebersihan. Nanti dilakukan oleh pihak ketiga. Untuk pengawasan pekerjaan kebersihannya akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan,” paparnya.

Sesuai inisiatif tiap perusahaan, bagi perusahaan yang telah berdiri lebih dari dua tahun membayar biaya Rp3 juta. Sedangkan untuk perusahaan yang baru berdiri kurang dari setahun membayar Rp1,5 juta.

“Perkiraannya terkumpul Rp25 juta hingga Rp30 juta. Paling banyak perusahaan di atas dua tahun,” sambungnya seperti yang dilansir dari prokal.co (29/04).

Setelah satu bulan dari tenggat waktu, bila kedapatan ketika pengawsan lapangan terdapat perusahaan yang bandel, akan mendapat sanksi langsung. Untuk di lapangan, Dishub dapat menahan buku KIR, tidak memperpanjang masa KIR saat uji KIR hingga memasang penutup talang. Sedangkan dari kepolisian bisa mendapat sanksi tilang.

“Langkah terakhir BPMP2T bakal melakukan peninjauan ulang pada perizinan perusahaan yang bersangkutan,” kata Sudirman. (pro/ren)

 

LEAVE A REPLY